selamat datang,,,berbagi ilmu dalam dunia ilmu

sanahsha.blogspot.com

Senin, 11 Februari 2013

laboratorium biologi



PENGGUNAAN ALAT, TEKNIK, DAN KESELAMATAN KERJA DALAM MENGAMATI GEJALA KEHIDUPAN

A.     ALAT
1.       Mengenal bagian-bagian mikroskop
a.      Lensa okuler, lensa yang terpasang pada ujung atas tubus mikroskop, melalui lensa ini mata kita mengamati objek pengamatan
b.      Pemutar objektif (revolver), berfungsi untuk menempatkan lensa objektif yang dikehendaki
c.       Putaran mikro (pemutar halus), untuk  menggerakkan tabung (tubus) mikroskop dengan pergeseran sedikit
d.      Putaran makro, untuk menggerakkan tabung mikroskop dengan pergeseran besar
e.      Lensa objektif, terpasang di bawah revolver dekat dengan objek pengamatan
f.        Meja objek, tempat meletakkan objek pengamatan, di tengah terdapat lubang untuk jalan masuk cahaya ke mata pengamat
g.      Kondensor terdiri atas dua lensa berguna untuk mengatur kekuatan cahaya yang dipergunakan untuk menerangi objek pengamatan
h.      Diafragma berfungsi untuk mengatur besar kecilnya lubang yang dilalui cahaya dengan begitu bisa mengatur cahaya yang masuk
i.        Cermin terdiri atas dua jenis kaca, permukaan yang satu merupakan cermin datar dimanfaatkan bila cahaya cukup terang, sedangkan permukaan lainnyamerupakan cermin cekung dimanfaatkan bila cahaya cukup gelap. Cermin ini dapat diubah-ubah letaknya berguna untuk mencari arah dari mana datangnya cahaya dan diteruskan kemata pengamat melalui diafragma, kondensor dan lubang pada meja mikroskop
j.        Landasan merupakan alas? Kaki mikroskop sebagai penahan sehingga mikroskop dapat berdiri tegak
k.      Tangkai atau pegangan mikroskop merupakan bagian yang dapat dipegang pada waktu mengangkat atau menggeser mikroskop
l.        Klem atau jepitan kaca objek, untuk menjepit objek pengamatan
m.    Tubus mikroskop merupakan bagian yang terpenting dari sebuah mikroskop karena pada tubus terdapat lensa objektif dan okuler yang akan membesarkan benda sesungguhnya


2.       Cara menggunakan mikroskop
1.       Letakkan mikroskop di tepi meja sedemikian rupa sehingga mudah untuk melakukan pengamatan
2.       Putarlah revolver untuk mengatur objektif, dimulai dengan pembesaran lemah tepat di tengah meja benda sampei terdengar bunyi ‘klik’
3.      Putar pengatur kasar sampai objektif berjarak kira-kira 1 cm di atas  meja benda
4.      Jika ada, bukalah diafragma secara penuh dan naikkan kondensor setinggi mungkin
5.      Aturlah letak cermin supaya cahaya terpantul melalui lubang pada meja objek, sehingga melalui okuler diperoleh cahaya sebanyak mungkin
6.      Bila telah diatur diafragma, kondensor dan letak cermin sedemikian rupa, melalui okuler akan tampak bidang penglihatan yang jelas, berbentuk lingkaran dengan cahaya yang merata, bila tidak diafragma dan kondebsor, pengaturan cukup menggunakan cermin
7.      Mulaailah pengamatan dengan langkah berikut:
·         Letakkan kaca benda yang akan diamati tepat di tengah-tengah meja benda
·         Turunkan objektif sampai jarak dengan benda yang akan diamati kira-kira 3mm
·         Sambil melihat melalui okuler, putarlah pengatur kasar ke atas sehingga benda yang akan diamati terlihat, bila masih belum terlihat jelas, bisa saja karena benda yanga akan diamati tidak tepat terletak di bawah objek atau fokus benda yang akan diamati sudah terlewatkan
·         Jika perlu, diafragma, kondensor, dan cermin bisa diatur lagi untuk memperoleh bayangan yang lebih baik
·         Setelah mendapatkan bayangan dengan pembesaran lemah, maka bila ingin mendapat pembesaran yang lebih kuat, maka putarlah revolver dengan pembesaran yang lebih kuat, dengan terlebih dulu memutar pemutar kasar sampai batas aman dengan kaca benda
·         Bila penggantian sudah dilakukan, putar kembali pemutar kasarke bawah mendekati kaca benda , dilakukan dengan tidak melihat melalui okuler
·         Bila bayangan sudah didapat untuk memperjelas maka pergunakan pengatur halus sambil melihat melalui okuler
·         Bila baynagn sudah didapat, untuk memperjelas maka pergunakan mikrometer sambil melihat melalui okuler
·         Kaca benda dapat digeser-geser untuk dapat melihat dengan tepat bagian benda yang diamati
8.      Dalam pengamatan dengan menggunakan mikroskop hendaknya dilakukan dengan kedua mata terbuka
9.      Bila pengamatan telah selesai maka:
·         Ambil kaca benda, jangan sampai tertinggal
·         Putar revorver dengan mengganti posisi objektif  ke objektif dengan pengamatan lemah, jangan lupa putar ke atas terlebih dahulu pemutar kasar
·         Turunkan objektif dengan memutar pemutar kasar ke bawah sampai maksimal, lakukan hal ini secara hati-hati

3.      Alat-alat yang biasa digunakan dalam laboratorium
1.       Gelas piala/ gelas beaker
Digunakan sebagai tempat larutan atau zat cair, untuk keperluan pemanasan sebaiknya digunakan gelas piala yang tahan panas, contoh: gelas piala merk pyrex
2.       Labu erlenmeyer
Digunakan untuk menyimpan larutan atau zat kimia, bila berisi larutan dalam keadaan steril, labu harus ditutup dengan subat gabus
3.      Tabung reaksi
Digunakan untuk mencampur dan atau memanaskan zat-zat dalam jumlah kecil, jika dipakai sebagai wadah dari suatu zat yang dipanasi, tabung reaksi harus dipegang dengan penjepit atau klem
4.      Gelas ukur
Digunakan untuk mengukur larutan atau zat cair yang akan diperlukan sesuai kebutuhan
5.      Corong dan kertas saring
Dipergunakan untuk menyaring suatu larutan
6.      Termometer
Digunakan untuk mengukur suhu
7.      Pipet
Digunakan untuk mengambil larutan dalam jumlah tertentu
Macam-macam pipet:
a.      Pipet tetes, digunakan untuk mengambil larutan dalam jumlah tetes yang sedikit
b.      Pipet volume, digunakan untuk mengambil larutan dalam jumlah tetentu
8.      Cawan petri
Digunakan sebagai tempat media agar/lempeng yang akan digunakan untuk pembenihan mikroba
9.      Kaki tiga (tripod)
Digunakan dalam pemanasan larutan yang dipanaskan dalam alat gelas atau kaca
10.   Neraca
Digunakan untuk menimbang bahan-bahan baku atau zat-zat kimia
11.    Rak tabung reaksi
Rak untuk menyimpan tabung reaksi
12.    Kasa asbes
Ukuran kasa 14x14 cm, digunakan pada sebagai alas pada tripod saat pemanasan alat-alat gelas
13.   Pinset
Digunakan untuk menjepit
14.   Gelas-gelas preparat
a.      Gelas objek, digunakan untuk meletakkan objek
b.      Gelas penutup, digunakan untuk menutup objek
15.   Respirometer
Digunakan untuk mengukur kecepatan pernapasan beberapa macam organisme seperti serangga, bunga, akar, dan kecambah segar
16.   Mikrotom tangan
Digunakan untuk membuat sayatan setipis mungkin dari bahan yang akan diamati
17.   Jala
a.      Jala plankton, digunakan untuk mengumpulkan plankton pada suatu perairan seperti kolam, danau, sumur atau laut
b.      Jala keruk, digunakan untuk mengambil hewan atau tumbuhan air yang terdapat di dasar kolam, selokan atau perairan yang dangkal
c.       Jala akan, digunakan untuk menangkap ikan atau udang
d.      Jala serangga, digunakan untuk menangkap serangga
18.   Kuadrat
Digunakan dalam penyelidikan ekologi seperti untuk:
a.      Mengetahui kepadatan populasi
b.      Penyebaran populasi
c.       Penutup daerah oleh populasi
d.      Penentuan keunggulan populasi dalam suatu komunitas
19.   Higrometer
Digunakan untuk mengukur kelembapan udara
20.  Potometer
Digunakan untuk mengukur kecepatan penguapan daun
21.    Perangkat alat bedah
a.      Pinset, digunakan untuk mengambil atau menarik bagian lat-alat tubuh dari hewan yang dibedah
b.      Pisau bedah, digunakan untuk membedah tubuh hewan
c.       Gunting bedah, digunakan untuk menggunting bagian-bagian alat tubuh yang diamati seperti usus, jantung dan pembuluh darah
d.      Spatula, digunakan untuk mengambil objek yang telah diirid untuk sediaan mikroskop
e.      Paku bedah, digunakan untuk merentangkan bagian-bagian alat tubuh yang pada papan bedah
22.   Barometer
Digunakan untuk mengukur tekanan udara
23.   Stopwatch
Digunakan untuk menghitung waktu pada suatu kegiatan
24.  Pembakar
a.      Pembakar spritus
b.      Pembakar bunsen
Keduanya digunakan untuk memanaskan
25.    Autoklaf
Digunakan untuk sterilisasi suatu media maupun suatu alat, pembebasan hamaan dengan alat ini disebut sterilisasi basah karena menggunakan uap air bertekanan pada suhu 1210 c selama 15 menit
26.  Oven
Sama halnya dengan autoklaf, namun alat ini digunakan untuk sterilisasi kering, suhu di dalamnya dapat diatur antara 180-2000c, bahan yang disterilkan dimasukkan ke dalam alat-alat yang terbuat dari kaca tahan panas
27.   Loupe
Digunakan untuk melihat benda-benda yang kecil namun masih bisa dilihat oleh mata
28.  Botol pencuci
Botol ini terbuat dari potulena, pada bagian tengah tutup botol terdapat pipa plastik yang menembus ke dalam dan mencuat ke luar. Botol ini biasanya berisi air, digunakan untuk mencuci, membilas alat-alat seperti tabung reaksi, buret, dan gelas kimia
29.  Klep
Untuk memegang atau menjepit
30.  Auksanometer
Alat untuk mengukur kecepatan pertumbuhan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar