penemuan mesin cetak
perkembangan dunia media cetak dan publikasi ilmiah yang kini bereskalasi makin meninggi berawal ketika Johannes Gutenberg menemukan mesin cetak, tahun 1454. Gutenberg lahir tahun 1394 dan wafat tahun 1468. dialah orang yang mengawali lahirnya revolusi barang cetakan. kini mesin cetak modern telah memberi fasilitas untuk mereproduksi barang cetakan secara supercepat dengan mutu tinggi, bahkan jarak jauh.bukan hal yang aneh, reproduksi sebuah buku bisa dalam hitungan hari atau minggu, sementara koran bisa kita baca setiap pagi dan sore.Memang,masih ada perdebatan apa benar Gutenberg penemu pertama mesin cetak? ada klaim, orang cinalah yang pertama kali memproduksi barang cetakan pada tahun 1040.
sebelum ditemukan mesin cetak,semua naskah ditulis secara manual. tanpa ada mesin cetak, guru akan sulit mendapatkan buku, majalah, surat kabar,dan barang-barang cetakan lainnya.mungkin juga tidak ada keharusan guru mengembangkan profesinya melalui karya tulis ilmiah, kalau memang wahananya tidak tersedia. tapi itu hanyalah hayalan dengan menggunakan logika berabad-abad lampau.sebelum tahun 1454 orang harus menulis barang cetakan, termasuk buku secara manual. ketika itu, bahkan hingga beberapa kade berikutnya, jumlah buku dan media cetak lain sangat sedikit jumlahnya dan harganya sangat mahal.
desiminasi ilmu pengetahuan, berupa karya akademik nonfiksi, deskripsi pengalaman, aneka temuan, karya penelitian, karya pengabdian pada masyarakat, dll, oplahnya sangat terbatas dan sulit diperoleh, dan harganya sangat mahal. sebelum 1454, hanya ada sekitar 30.000 buku di seluruh Eropa, hampir semuanya kitab injil. pada tahun 1500, jumlahnya meninggkat lebih dfari 9 juta buku.
jauh sebelum itu, sains dan teknologi di dunia islam telah berkembang, antara lain diilhami oleh karya pilon dari Byzantium (abad ke-3 SM) dan Heron dari Iskandariah (abad ke-1 SM). kesadaran orang akan media cetak telah muncul sejak zaman Hellenistik, dari tahun 323 SM hingga masa kelahiran islam.
ilmu pengetahuan hellenistik yang banyak diwarnai oleh karya-karya ilmuan Yunani merangkum hampir seluruh inti pengetahuan pada saat itu, karena sains yunani sendiri mengandung hampir seluruh pengetahuan yang dilahirkan oleh ilmuan Babilonia, Mesir dan India. singkat kisah, menjelang akhir abad ke-4 SM, aktivitas ilmiah di iskandariah yang umumnya berpusat di museum dan perpustakaan telah ditunjang oleh jumlah koleksi buku lebih dari 700.000 jilid.
kini perkembangan teknologi media cetak luar biasa pesatnya. sebuah mesin cetak modern telah mampumencetak ribuan halaman dalam waktu satu jam.
kemajuan sains dan teknologi telah mampu guru sadap dari alam maya ini, di samping melalui jalur konvensional. akan tetapi, apakah dengan semua itu aktivitas publikasi ilmiah guru benar2 menyertai peradaban itu?
sumber:
prof.Dr. Sudarwan Danim.2010, Karya Tulis Inovatif,Bandung: PT Remaja Rosdakarya
sebelum ditemukan mesin cetak,semua naskah ditulis secara manual. tanpa ada mesin cetak, guru akan sulit mendapatkan buku, majalah, surat kabar,dan barang-barang cetakan lainnya.mungkin juga tidak ada keharusan guru mengembangkan profesinya melalui karya tulis ilmiah, kalau memang wahananya tidak tersedia. tapi itu hanyalah hayalan dengan menggunakan logika berabad-abad lampau.sebelum tahun 1454 orang harus menulis barang cetakan, termasuk buku secara manual. ketika itu, bahkan hingga beberapa kade berikutnya, jumlah buku dan media cetak lain sangat sedikit jumlahnya dan harganya sangat mahal.
desiminasi ilmu pengetahuan, berupa karya akademik nonfiksi, deskripsi pengalaman, aneka temuan, karya penelitian, karya pengabdian pada masyarakat, dll, oplahnya sangat terbatas dan sulit diperoleh, dan harganya sangat mahal. sebelum 1454, hanya ada sekitar 30.000 buku di seluruh Eropa, hampir semuanya kitab injil. pada tahun 1500, jumlahnya meninggkat lebih dfari 9 juta buku.
jauh sebelum itu, sains dan teknologi di dunia islam telah berkembang, antara lain diilhami oleh karya pilon dari Byzantium (abad ke-3 SM) dan Heron dari Iskandariah (abad ke-1 SM). kesadaran orang akan media cetak telah muncul sejak zaman Hellenistik, dari tahun 323 SM hingga masa kelahiran islam.
ilmu pengetahuan hellenistik yang banyak diwarnai oleh karya-karya ilmuan Yunani merangkum hampir seluruh inti pengetahuan pada saat itu, karena sains yunani sendiri mengandung hampir seluruh pengetahuan yang dilahirkan oleh ilmuan Babilonia, Mesir dan India. singkat kisah, menjelang akhir abad ke-4 SM, aktivitas ilmiah di iskandariah yang umumnya berpusat di museum dan perpustakaan telah ditunjang oleh jumlah koleksi buku lebih dari 700.000 jilid.
kini perkembangan teknologi media cetak luar biasa pesatnya. sebuah mesin cetak modern telah mampumencetak ribuan halaman dalam waktu satu jam.
kemajuan sains dan teknologi telah mampu guru sadap dari alam maya ini, di samping melalui jalur konvensional. akan tetapi, apakah dengan semua itu aktivitas publikasi ilmiah guru benar2 menyertai peradaban itu?
sumber:
prof.Dr. Sudarwan Danim.2010, Karya Tulis Inovatif,Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar